Cara Mengatasi Operating System Not Found

Pesan error operating system not found muncul saat kita menyalakan komputer. Efeknya komputer jadi tidak bisa masuk ke Windows.

Error ini bisa diakibatkan hardware yang rusak. Masalah pada BIOS juga dapat memicu munculnya masalah ini.

Kalau sedang mengalami ini, tidak perlu khawatir, karena ada banyak cara mengatasi operating system not found dengan mudah.

Penyebab Kendala Operating System Not Found

Penasaran kenapa kendala operating system not found Muncul? Cek berikut.

  • Pengaturan BIOS yang tidak tepat, terutama terkait urutan BIOS.
  • Data MBR (Master Boot Record) Windows tidak lagi sempurna atau rusak total. Contoh: BootMGR is Missing.
  • File boot pada sistem partisi sudah tidak lagi tersedia.
  • BIOS atau sistem tidak atau gagal mendeteksi hard drive yang ada Windowsnya.
  • Hardisk rusak fisiknya atau rusak isinya.

Cara Mengatasi Operating System Not Found

Error operating system not found sering terjadi pada Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, dan Windows 10.

Error ini juga terjadi pada Sony Vaio, ASUS, Acer, Lenovo dan beragam merk laptop lainnya.

Berikut cara mengatasinya.

1. Lakukan Pengecekan Pada BIOS

 Lakukan Pengecekan Pada BIOS

BIOS pada dasarnya harus mengakses harddisk. Tapi ada juga kejadian, di mana BIOS justru malah mengakses perangkat (USB/DVD/Flashdisk).

Efek dari hal tersebut, bisa memunculkan pesan error. Seperti no bootable device found hingga operating system not found.

Berikut cara cek BIOSnya:

  1. Restart atau hidupkan komputer.
  2. Masuk ke menu BIOS.
  3. Pilih tab Boot.
  1. Pilih Boot Priority.
  2. Cari dan pilih hardisk (HDD) dan pastikan perangkat tersebut berada di urutan teratas,
Cari dan pilih hardisk (HDD) dan pastikan perangkat tersebut berada di urutan teratas
  1. Simpan pengaturannya

Komputer akan reboot, dan masalah not found sistem tadi akan hilang.

2. Menjalankan Automatic Repair

Menjalankan Automatic Repair

Program automatic repair berfungsi untuk memperbaiki file yang rusak dalam sistem.

Program ini bisa kamu akses melalui media instalasi Windows, baik dalam format DVD maupun USB flashdisk.

Berikut adalah cara mengatasi operating system not found melalui program automatic repair.

  1. Siapkan media instalasi Windows.
  2. Masukkan ke komputer / laptop kemudian boot instalasinya
  3. Setelah memilih bahasa, pilih Repair Your Computer.
  4. Pilih Troubleshoot.
  5. Klik Advanced Options.
  6. Hidupkan Automatic Repair.
  7. Tunggu hingga proses perbaikan selesai.

3. Rebuild BCD

Rebuild BCD

Cara ini biasa dipakai ketika mengatasi Windows Error Recovery.

Tapi rebuild BCD ini cocok juga untuk membantu kamu mengatasi operating system not found.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukannya pada laptop acer dan laptop-laptop lainnya.

  1. Siapkan media instalasi Windows (DVD atau USB).
  2. Boot media instalasinya lalu pilih opsi Repair Your Computer.
  3. Kemudian, akses System Recovery Options dan buka CMD (Command Prompt).
  4. Ketik perintah “bootrec /rebuildbcd” (tanpa tanda kutip). Tekan Enter.
  5. Tunggu proses hingga MBR Windows ditemukan.
  6. Ketik Y untuk menambahkan MBR tersebut ke daftar boot.

4. Aktifkan Partisi dengan CMD

Aktifkan Partisi dengan CMD

Kamu bisa mengaktifkan partisi hardisk yang di dalamnya ada sistem Windows melalui menu CMD.

Untuk mengaksesnya, kamu bisa mengulangi langkah mengakses solusi sebelumnya.

  1. Gunakan media instalasi Windows.
  2. Buka Repair Your Computer.
  3. Akses CMD melalui System Recovery Options.
  4. Kemudian, ketik “diskpart” dilanjutkan dengan mengetik “list volume”.
  5. Partisi di PC Kamu akan muncul.
  6. Cari dan pilih partisi dimana sistem tertanam di sana.
  7. Paling umum, sistem ada di C:.
  8. Ketik “select volume” (urutan partisi).
  9. Jika C: ada di urutan ke-4, maka ketik “select volume 4”.
  10. Aktifkan partisi tersebut dengan mengetik perintah “active”.
  11. Proses selesai, ketik “exit” untuk keluar.
  12. Restart komputer.

5. Lakukan Pengecekan Pada Hardisk

Lakukan Pengecekan Pada Hardisk

Kadang bisa saja bukan sistem atau BIOS, asal masalahnya mungkin hardisk yang Kamu gunakan sudah tidak layak pakai.

Mengganti dan menggunakan hardisk baru bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Tapi sebelumnya, jangan lupa juga cek harddisknya ya.

  1. Bongkar komputer.
  2. Periksa kabel hardisk, jika longgar kencangkan.
  3. Cabut hardisk, kemudian pasang lagi.
  4. Pasang lagi komputer.
  5. Coba hidupkan komputer kembali.
  6. Jika masih gagal, Kamu bisa coba gunakan hardisk di komputer lain.
  7. Jika masih juga gagal, maka fix, hardiskmu bermasalah.
  8. Beli baru dan ganti hardiskmu.

6. Install Ulang Laptop/PC

Install Ulang Laptop/PC

Kalau semua cara sudah dilakukan dan masih saja gagal.

Jika hardisk dalam kondisi baik (fisiknya) maka menginstal ulang laptop/PC adalah solusi yang wajib kamu praktikkan.

Dengan menginstal ulang, semua masalah pada sistem akan hilang. Windows kamu akan menjadi baru lagi. Dan masalah-masalah seperti not found pada sistem akan hilang.

Kesimpulan

Untuk solusi terbaik sebenarnya masih install ulang. Hanya saja, kita perlu waktu juga, misalnya untuk melakukan backup pada data-data tertentu.

Semoga membantu.

Faiz Rahman
Pengguna HP dari jaman PDA, user Windows dan Linux ^^